Perkembangan Dan Dampak Keadaan Mayarakat Jepang Terkait Pandemi Covid-19

Perkembangan Dan Dampak Keadaan Mayarakat Jepang Terkait Pandemi Covid-19 – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan untuk memperpanjang keadaan darurat negara itu pada Senin hingga akhir Mei, kata penyiar publik NHK.

Mengutip Reuters, Senin (4/5), pemerintah Jepang juga diharapkan untuk menentukan langkah-langkah pencegahan baru untuk wabah virus corona yang telah menginfeksi sekitar 15.000 orang dan menewaskan lebih dari 500 orang di negara itu.

Abe diperkirakan akan menjelaskan alasan di balik perpanjangan keadaan darurat, yang sekarang akan berakhir pada hari Rabu, pada konferensi pers di malam hari, kata NHK. slot online

Perkembangan Dan Dampak Keadaan Mayarakat Jepang Terkait Pandemi Covid-19

Pemerintah juga dapat meringankan beberapa kendala terkait virus corona saat ini pada kegiatan ekonomi dengan memungkinkan tempat-tempat dengan risiko infeksi yang relatif rendah, seperti taman, untuk dibuka kembali, bahkan di prefektur yang sangat terpukul.

Keadaan darurat memberi para gubernur di prefektur-prefektur itu wewenang untuk meminta penghuni untuk tinggal di rumah dan bisnis tutup. Namun, tidak ada penalti untuk ketidakpatuhan.

Kemerosotan yang dipicu oleh virus dalam kegiatan bisnis mengancam ekonomi Jepang tergelincir ke dalam resesi yang dalam, mendorong permintaan untuk pengeluaran pemerintah lebih banyak.

Parlemen Jepang pekan lalu menyetujui anggaran tambahan untuk mendanai paket stimulus US$ 1,1 triliun.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memberikan sinyal untuk memperpanjang masa darurat yang akan berakhir pada 7 Mei 2020 pekan depan.

Namun demikian, Shinzo Abe akan meminta masukan berbagai pihak sebelum membuat keputusan untuk memperpanjang masa darurat di Jepang hingga sebulan kedua atau sampai 7Juni 2020 mendatang.

Seperti kita tahu Jepang menetapkan kondisi darurat hingga 6 Mei 2020 mendatang. Soal kelanjutan kebijakan ini Shinzo Abe menyatakan dirinya akan meminta pendapat dari berbagai pakar menentukan berbagai data dan membuat keputusan akhir.

Tetapi Shinzo Abe mengingatkan saat ini petugas medis saat ini masih bekerja sangat keras, untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

“Mengingat beban profesional kesehatan yang benar-benar berupaya menyelamatkan situasi saat ini, kami menyadari bahwa situasi saat ini sangat parah. Saya pikir akan sulit untuk kembali ke masa lalu,” kata Shinzo Abe melalui akun instagram, Kamis (30/4).

Shinzo Abe menegaskan dirinya harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan daya tahan dan aku harus jujur ​​mengatakannya kepasa masyarakat.

Untuk mengatasi kesulitan ini bersama dengan semua warga negara, Pemerintah Jepang akan memberikan manfaat tetap sebesar JPY 10 yen per orang melalui anggaran tambahan ini.

Perkembangan Dan Dampak Keadaan Mayarakat Jepang Terkait Pandemi Covid-19

“Dengan kerja sama dari pemerintah daerah, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengirimkan produk sesegera mungkin bahkan satu hari ke depan,” tandas Shinzo Abe.

Pemerintah Jepang akan sepenuhnya memanfaatkan anggaran tambahan sebesar JPY 117 triliun untuk membantu dunia usaha.

“Kami ingin mendukung rumah tangga, mata pencaharian, bisnis dan pekerjaan, dan mengatasi situasi sulit yang dapat disebut krisis nasional bersama dengan masyarakat. Saya bertekad untuk melakukan segalanya untuk melakukan itu,” kata Shinzo Abe.

Pada akun instagramnya Shinzo Abe juga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota partai yang berkuasa maupu oposisi atas kerja sama mereka dalam pembentukan awal.

“Mulai besok, kami segera akan mulai menyalurkan manfaat keberlanjutan yang akan memberikan uang tunai hingga 2 juta yen kepada UKM dan usaha kecil,” lanjut Shinzo Abe.

Pemerintah Jepang menurut Shinzo Abe akan mengirimkan uang tunai ini, yang tercepat, yang paling awal, mulai 8 Mei, mendatang dan penggunaan tanpa batas.

Jepang juga menyalurkan menerima pinjaman tanpa bunga dan pembayaran pokok tanpa jaminan hingga 5 tahun dari bank sentral, atau perbankan.

Selain itu, Shinzo Abe menegaskan pemerintah Jepang juga memberikan fasilitas penundaan pembayaran pajak dan premi asuransi sosial.

Dalam situasi yang sedemikian parah, Shinzo Abe ingin menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan seperti itu kepada semua orang yang berjuang untuk mencari makan, dan bekerja keras untuk melindungi bisnis dan pekerjaan mereka.

Shinzo Abe menjelaskan, sekitar tiga minggu setelah dirinya mengeluarkan deklarasi darurat, ia mengapresiasi seluruh warga Jepang yang telah bekerja sama untuk menahan diri untuk tidak keluar dan terus bekerja di rumah.

Perdana menteri Shinzo Abe memahami karena sekolah di liburkan, anak-anak kehilangan waktu berharga untuk belajar, bermain, dan menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka. Kondisi ini juga ia pahami juga ikut membebani orang tua mereka.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Anda atas kerja sama baik Anda. Terima kasih banyak,” kata Shinzo Abe.

Meskipu demikian ia tetap meminta seluruh warga untuk tetap tidak keluar rumah demi menjaga kesehatan dan melawan virus corona Covid-19. “Semua orang biasanya menantikan hari minggu, tetapi jika Anda melonggarkannya sekarang, usaha Anda akan sia-sia. Untuk melindungi diri Anda dan orang-orang yang Anda cintai, tolong jangan keluar,” kata Shinzo Abe.

Para ahli akan mengusulkan bahwa beberapa langkah restriktif akan diperlukan untuk lebih dari satu tahun karena jumlah infeksi baru tidak akan turun ke angka nol untuk beberapa waktu, menurut laporan surat kabar Sankei, mengutip rancangan proposal para ahli.

“Penting juga untuk melanjutkan kegiatan sekolah dan memastikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak” sambil mengurangi risiko infeksi sebanyak mungkin, tulis rancangan tersebut, menurut Sankei.

Abe mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa akan sulit untuk kembali ke kehidupan sehari-hari pada 7 Mei.

Dia awalnya menyatakan keadaan darurat pada 7 April, untuk Tokyo dan beberapa prefektur lainnya setelah lonjakan infeksi, dan kemudian meluas ke seluruh negeri.

Keadaan darurat memberi gubernur kekuatan yang lebih besar untuk memberi tahu orang agar tetap di rumah dan meminta bisnis tutup, tetapi dalam banyak kasus tidak mewajibkan hukuman karena ketidakpatuhan, sebaliknya mengandalkan tekanan sosial dan menghormati otoritas.

Jepang telah memiliki lebih dari 14.000 kasus corona virus yang terkonfirmasi dan 436 kematian, menurut penghitungan NHK. Dari kasus yang dikonfirmasi, lebih dari 4.000 berada di Tokyo, dengan 46 kasus baru pada hari Kamis.

Tokyo telah melihat penurunan dalam kasus harian yang dilaporkan sejak mencapai puncaknya sebanyak 201 pada 17 April, dengan penurunan lebih lanjut menjadi dua digit minggu ini, tetapi Gubernur kota Yuriko Koike telah memperingatkan warga untuk tidak berpuas diri.

Ada juga kekhawatiran bahwa rezim pengujian rendah Jepang telah memperhitungkan banyak kasus virus corona.

Analis memperkirakan ekonomi Jepang menyusut pada laju yang bahkanlebih tajam pada kuartal saat ini. Banyak yang memperkirakan tingkat penurunannya bisa lebih besar dari penurunan 17,8% pada kuartal I-2009, selama krisis keuangan global.

“Penurunan ekonomi Jepang meningkat pada April,” kata Joe Hayes, ekonom IHS Markit, yang menyusun survei.

“Pesanan dan aoutput baru turun pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang melampaui penurunan tajam sebelumnya seperti yang terjadi selama krisis keuangan global dan tsunami 2011.”

Perusahaan melaporkan penurunan tajam dalam penjualan karena pembatalan pesanan dan pariwisata yang lebih rendah, menunjukkan mereka berjuang dengan wabah virus corona di tengah kekhawatiran kerusakan ekonomi akan bertahan lama.

Survei menunjukkan ekspektasi bisnis turun pada laju tercepat sejak Januari 2009, dengan ketidakpastian waktu pemulihan ekonomi yang mengaburkan prospek.

Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari Senin memperpanjang keadaan darurat nasional hingga 31 Mei, dengan mengatakan tingkat infeksi virus corona belum turun cukup untuk mengakhiri langkah-langkah yang bertujuan memperlambat wabah.

Namun, sebagai pengakuan atas risiko yang ditimbulkan oleh keadaan darurat terhadap ekonomi Jepang, Abe berjanji untuk mengakhiri pembatasan lebih awal jika para ahli menasihatinya bahwa ia dapat melakukannya di satuan tugas virus corona yang akan bertemu pada 14 Mei.

PMI komposit, yang mencakup manufaktur dan jasa, turun menjadi 25,8 pada April dari final 36,2 bulan sebelumnya, juga menandai rekor terendah.

Continue Reading →

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara – Belakangan ini jagat dunia maya, khususnya Youtube di Indonesia dihebohkan dengan aksi seorang Youtuber Indonesia bernama Qorygore. Dalam perjalanannya ke negara Jepang, ia membuat vlog saat berjalan menyusuri hutan Aokigahara atau yang lebih dikenal dengan hutan bunuh diri.

Akibat video tersebut, Qorygore dikecam netizen dari dalam dan luar negeri, bahkan disamakan dengan Youtuber kenamaan Paul Logan yang melakukan hal serupa ketika mengunjungi negeri Sakura tersebut. Video kontroversial Qorygore ini pun akhirnya diblokir oleh pihak Youtube setelah banyak yang melaporkan konten tersebut, salah satunya adalah kritikus konten youtuber Indonesia bernama VNGNC.

Menurut adat setempat, hutan Aokigahara yang berada di kaki gunung Fuji ini adalah tempat yang sakral dan tak diijinkan untuk mendokumentasikan apapun yang ada di sana, kecuali di beberapa area. Tempat ini bisa dikatakan terisolasi dari kawasan pemukiman dan yang pasti sangat menyeramkan.

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara

Kalau tahu fakta tentang hutan satu ini, ini adalah tempat sunyi di mana seorang kekasih yang patah hati, orang yang depresi, atau pengusaha yang putus asa akan bisnisnya pergi ke hutan ini dan memilih menyelesaikan segala masalahnya dengan bunuh diri. slot online indonesia

Meskipun diliputi kisah seram, hutan Aokigahara sebenarnya merupakan tempat yang sangat indah dengan gua-gua es, deretan pepohonan yang tinggi menjulang ke angkasa, dan pemandangan sekitaran Gunung Fuji yang merupakan gunung terbesar di negara Jepang.

Nah, bicara hutan Aokigahara atau yang mendapat julukan Suicide Forest dari para turis, berikut beberapa fakta menarik tentang hutan tersebut yang disadur dari beberapa sumber pada Sabtu (15/12).

1. Dalam setahun ada sekitar 100 jenazah baru ditemukan.

Meskipun diselimuti pepohonan yang padat dan medan jalur pendakian yang cukup berbahaya untuk menentukan berapa jumlah orang bunuh diri di tempat ini, namun jumlah jenazah baru yang ditemukan cukup tinggi tiap tahunnya, bahkan hingga ratusan orang. Di tahun 2003 saja ditemukan sekitar 105 jenazah di dalam hutan ini.

2. Tujuan mengakhiri hidup terpopuler kedua di dunia.

Tak salah rupanya bila orang-orang menyebut hutan ini dengan sebutan Suicide Forest, karena pada kenyataannya hutan ini adalah tempat favorit warga Jepang yang putus asa untuk mengakhiri hidupnya.

Dalam hitungan global, hutan ini ternyata hanya berada di urutan kedua di bawah jembatan Golden Gate di Amerika Serikat sebagai tempat terpopuler bagi mereka yang ingin bunuh diri.

3. Semakin dikenal karena sebuah novel.

Aokigahara mencapai puncak popularitasnya sebagai tujuan bunuh diri sejak publikasi novel horor Nami no Tou (Tower of Waves) karangan Seicho Matsumoto pada tahun 1961. Meskipun jauh sebelum peluncuran buku ini Aokigahara telah dikenal oleh masyarakat sekitar untuk tujuan tersebut.

4. Hampir tak ada suara.

Kepadatan pertumbuhan pohon di hutan ini mencegah angin menembus kanopi dan mengalir ke dalam hutan. Hal ini menjadikan Aokigahara memiliki suasana hening dan pastinya menakutkan. Perasaan itu pula yang sering diceritakan oleh para pendaki dengan mengatakan keheningan yang sempurna. Ini memungkinkan kamu akan mendengar suara tangisan dari kejauhan tanpa tahu darimana suara itu berasal. So creepy!

5. Tak memiliki satwa liar.

Hampir tak ada hewan liar yang hidup di Aokigahara. Kerapatan pepohonan membuat para satwa kesulitan masuk ke dalam hutan dan sekitarnya, yang berarti hanya ada sedikit sumber makanan ketika mereka berada di dalam sana.

Sebagian besar hewan yang hidup di dalam hutan ini adalah hewan nocturnal atau yang biasa beraktivitas di malam hari.

6. Mitos Yurei, roh yang menjadi penunggu Aokigahara.

Dalam cerita rakyat Jepang, roh-roh yang disebut Yurei dikatakan menghantui seisi hutan, dengan wujud seorang wanita berambut hitam panjang dan mengenakan gaun putih (kalau di Indonesia mungkin seperti Kuntilanak).

Yurei dianggap sebagai perwujudan roh-roh mereka yang bunuh diri dan tak akan lepas dari hutan Aokigahara. Karena tradisi setempat mengatakan bahwa mereka yang sengaja menghilangkan nyawanya sendiri tak dapat bergabung dengan roh para leluhur. Kepercayaan akan Yurei pun masih bertahan di zaman modern ini.

7. Alasan orang mengakhiri hidupnya di Aokigahara.

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara

Aokigahara menjadi tempat orang mengakhiri hidupnya yang berasal dari berbagai latar belakang dan alasan. Yang sering ditemukan adalah alasan para pekerja yang mungkin terlalu berat menanggung beban pekerjaan dan permasalahan lainnya di kantor.

Selain itu juga karena beberapa orang mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh atau para anak remaja yang sedang putus cinta. Terbaru, beberapa orang yang bunuh diri dan meninggalkan catatan alasan kenapa ia melakukan hal tersebut adalah karena ditinggalkan kerabat dan keluarga mereka yang tewas atau hilang karena gempa bumi dan tsunami di tahun 2011. Alasan lainnya seperti penyakit mental, pengangguran, dan masalah utang piutang.

8. Pekerja hutan bertugas mengeluarkan jenazah dari dalam hutan.

Mengingat banyaknya orang yang bunuh diri, maka pemerintah setempat membentuk satuan kerja yang ditugaskan khusus untuk mengangkut jenazah dan mengeluarkan dari dalam hutan. Mayat-mayat ini nantinya akan dibawa ke kantor polisi setempat dan diletakkan di sebuah ruangan khusus yang memang digunakan untuk menampung mayat yang bunuh diri di dalam hutan Aokigahara.

Bagian terseramnya adalah para pekerja ini harus memainkan jan-ken-po (batu, gunting, kertas) untuk menentukan siapa yang harus tidur di ruangan dengan mayat yang baru ditemukan. Ini adalah bagian ritual agar roh orang tersebut tak dibiarkan sendirian.

9. Tempat membuang orang tua.

Ubasute mungkin bisa dikatakan tradisi paling durhaka di dunia. Bagaimana tidak, tradisi ini dilakukan oleh seorang anak yang membuang orang tuanya yang sudah tua (biasanya wanita) ke dalam hutan dan dibiarkan mati kelaparan.

Beberapa hutan pernah dijadikan tempat untuk melakukan Ubasute, salah satunya adalah hutan Aokigahara. Praktik ini lazim dilakukan warga Jepang di zaman dulu dan dewasa ini telah dilarang oleh pemerintah setempat. Duh.

10. Ada “musim” bunuh diri.

Musim semi bagi sebagian orang mungkin adalah musim yang menyenangkan dan hangat setelah musim dingin yang bikin beku, tapi musim semi di Jepang juga bisa dikatakan sebagai musim bunuh diri.

Ya, menurut data dari pemerintah setempat, musim semi dipilih sebagian besar orang yang ingin mengakhiri hidupnya di dalam hutan Aokigahara yang jatuh pada bulan Maret tiap tahunnya.

11. Kompas yang bergerak aneh di dalam hutan.

Banyak laporan dari orang yang menjelajahi hutan ini bahwa kompas tidak menunjukkan arah sebagaimana mestinya. Ini menimbulkan mitos adanya aktivitas supranatural di dalam hutan Aokigahara.

Hal ini sebenarnya bisa dijelaskan secara lebih logis dan jauh dari kata ativitas makhluk gaib atau sejenisnya. Hal ini dikarenakan adanya kandungan besi tinggi yang disebabkan dari lava di lantai hutan, mengingat hutan Aokigahara berada di bawah Gunung Fuji yang masih aktif. Inilah yang menyebabkan respon magnet, seperti kompas, sering bergerak dalam pola yang tak teratur ketika seseroang berada di dalam hutan Aokigahara.

12. Gantung diri bukan cara popular di sini.

Banyak yang mengira gantung diri adalah cara yang paling banyak di pilih seseorang untuk mengakhiri hidupnya di dalam hutan Aokigahara, faktanya tidak seperti itu. Ada beberapa cara yang pernah ditemukan, seperti tanda-tanda keracunan dan overdosis obat-obatan adalah beberapa cara orang untuk bunuh diri di sana.

13.  Sangat mudah tersesat di dalam hutan.

Karena kerapatan pepohonan di dalam hutan Aokigahara dan dikombinasikan kompas yang tak bekerja sebagaimana mestinya, seseorang yang nekat masuk ke dalam hutan ini berpotensi tersesat sangat tinggi. Dan mungkin saja, karena tersesat itulah seseorang akhirnya memilih mengakhiri hidupnya di dalam sana.

14. Banyak korban bunuh diri tak ditemukan.

Meskipun pejalan kaki dan pekerja hutan akan menemukan beberapa mayat selama perjalanan yang mereka lalui di dalam hutan Aokigahara, faktanya tak seluruh korban bunuh diri bisa ditemukan. Hal ini dikarenakan kepadatan hutan dan navigasi yang sulit yang membuat hampir mustahil menemukan seluruh jenazah di dalam hutan ini.

 15. Menjadi inspirasi para seniman.

Meskipun dilingkupi hal-hal menyeramkan dan horor, justru itulah yang menjadi nilai tambah Aokigahara sebagai sumber inspirasi beberapa seniman dalam membuat karyanya.

Dari Jepang sendiri ada novel horor Nami no Tou (Tower of Waves) karangan Seicho Matsumoto, sedangkan dari industry perfilman hutan ini pernah disinggung dalam film 47 Ronin, The Forest, Sea of Trees, dan beberapa film lainnya.

Continue Reading →