Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara – Belakangan ini jagat dunia maya, khususnya Youtube di Indonesia dihebohkan dengan aksi seorang Youtuber Indonesia bernama Qorygore. Dalam perjalanannya ke negara Jepang, ia membuat vlog saat berjalan menyusuri hutan Aokigahara atau yang lebih dikenal dengan hutan bunuh diri.

Akibat video tersebut, Qorygore dikecam netizen dari dalam dan luar negeri, bahkan disamakan dengan Youtuber kenamaan Paul Logan yang melakukan hal serupa ketika mengunjungi negeri Sakura tersebut. Video kontroversial Qorygore ini pun akhirnya diblokir oleh pihak Youtube setelah banyak yang melaporkan konten tersebut, salah satunya adalah kritikus konten youtuber Indonesia bernama VNGNC.

Menurut adat setempat, hutan Aokigahara yang berada di kaki gunung Fuji ini adalah tempat yang sakral dan tak diijinkan untuk mendokumentasikan apapun yang ada di sana, kecuali di beberapa area. Tempat ini bisa dikatakan terisolasi dari kawasan pemukiman dan yang pasti sangat menyeramkan.

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara

Kalau tahu fakta tentang hutan satu ini, ini adalah tempat sunyi di mana seorang kekasih yang patah hati, orang yang depresi, atau pengusaha yang putus asa akan bisnisnya pergi ke hutan ini dan memilih menyelesaikan segala masalahnya dengan bunuh diri. slot online indonesia

Meskipun diliputi kisah seram, hutan Aokigahara sebenarnya merupakan tempat yang sangat indah dengan gua-gua es, deretan pepohonan yang tinggi menjulang ke angkasa, dan pemandangan sekitaran Gunung Fuji yang merupakan gunung terbesar di negara Jepang.

Nah, bicara hutan Aokigahara atau yang mendapat julukan Suicide Forest dari para turis, berikut beberapa fakta menarik tentang hutan tersebut yang disadur dari beberapa sumber pada Sabtu (15/12).

1. Dalam setahun ada sekitar 100 jenazah baru ditemukan.

Meskipun diselimuti pepohonan yang padat dan medan jalur pendakian yang cukup berbahaya untuk menentukan berapa jumlah orang bunuh diri di tempat ini, namun jumlah jenazah baru yang ditemukan cukup tinggi tiap tahunnya, bahkan hingga ratusan orang. Di tahun 2003 saja ditemukan sekitar 105 jenazah di dalam hutan ini.

2. Tujuan mengakhiri hidup terpopuler kedua di dunia.

Tak salah rupanya bila orang-orang menyebut hutan ini dengan sebutan Suicide Forest, karena pada kenyataannya hutan ini adalah tempat favorit warga Jepang yang putus asa untuk mengakhiri hidupnya.

Dalam hitungan global, hutan ini ternyata hanya berada di urutan kedua di bawah jembatan Golden Gate di Amerika Serikat sebagai tempat terpopuler bagi mereka yang ingin bunuh diri.

3. Semakin dikenal karena sebuah novel.

Aokigahara mencapai puncak popularitasnya sebagai tujuan bunuh diri sejak publikasi novel horor Nami no Tou (Tower of Waves) karangan Seicho Matsumoto pada tahun 1961. Meskipun jauh sebelum peluncuran buku ini Aokigahara telah dikenal oleh masyarakat sekitar untuk tujuan tersebut.

4. Hampir tak ada suara.

Kepadatan pertumbuhan pohon di hutan ini mencegah angin menembus kanopi dan mengalir ke dalam hutan. Hal ini menjadikan Aokigahara memiliki suasana hening dan pastinya menakutkan. Perasaan itu pula yang sering diceritakan oleh para pendaki dengan mengatakan keheningan yang sempurna. Ini memungkinkan kamu akan mendengar suara tangisan dari kejauhan tanpa tahu darimana suara itu berasal. So creepy!

5. Tak memiliki satwa liar.

Hampir tak ada hewan liar yang hidup di Aokigahara. Kerapatan pepohonan membuat para satwa kesulitan masuk ke dalam hutan dan sekitarnya, yang berarti hanya ada sedikit sumber makanan ketika mereka berada di dalam sana.

Sebagian besar hewan yang hidup di dalam hutan ini adalah hewan nocturnal atau yang biasa beraktivitas di malam hari.

6. Mitos Yurei, roh yang menjadi penunggu Aokigahara.

Dalam cerita rakyat Jepang, roh-roh yang disebut Yurei dikatakan menghantui seisi hutan, dengan wujud seorang wanita berambut hitam panjang dan mengenakan gaun putih (kalau di Indonesia mungkin seperti Kuntilanak).

Yurei dianggap sebagai perwujudan roh-roh mereka yang bunuh diri dan tak akan lepas dari hutan Aokigahara. Karena tradisi setempat mengatakan bahwa mereka yang sengaja menghilangkan nyawanya sendiri tak dapat bergabung dengan roh para leluhur. Kepercayaan akan Yurei pun masih bertahan di zaman modern ini.

7. Alasan orang mengakhiri hidupnya di Aokigahara.

Fakta Tersembunyi Dari Hutan Terseram Aokigahara

Aokigahara menjadi tempat orang mengakhiri hidupnya yang berasal dari berbagai latar belakang dan alasan. Yang sering ditemukan adalah alasan para pekerja yang mungkin terlalu berat menanggung beban pekerjaan dan permasalahan lainnya di kantor.

Selain itu juga karena beberapa orang mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh atau para anak remaja yang sedang putus cinta. Terbaru, beberapa orang yang bunuh diri dan meninggalkan catatan alasan kenapa ia melakukan hal tersebut adalah karena ditinggalkan kerabat dan keluarga mereka yang tewas atau hilang karena gempa bumi dan tsunami di tahun 2011. Alasan lainnya seperti penyakit mental, pengangguran, dan masalah utang piutang.

8. Pekerja hutan bertugas mengeluarkan jenazah dari dalam hutan.

Mengingat banyaknya orang yang bunuh diri, maka pemerintah setempat membentuk satuan kerja yang ditugaskan khusus untuk mengangkut jenazah dan mengeluarkan dari dalam hutan. Mayat-mayat ini nantinya akan dibawa ke kantor polisi setempat dan diletakkan di sebuah ruangan khusus yang memang digunakan untuk menampung mayat yang bunuh diri di dalam hutan Aokigahara.

Bagian terseramnya adalah para pekerja ini harus memainkan jan-ken-po (batu, gunting, kertas) untuk menentukan siapa yang harus tidur di ruangan dengan mayat yang baru ditemukan. Ini adalah bagian ritual agar roh orang tersebut tak dibiarkan sendirian.

9. Tempat membuang orang tua.

Ubasute mungkin bisa dikatakan tradisi paling durhaka di dunia. Bagaimana tidak, tradisi ini dilakukan oleh seorang anak yang membuang orang tuanya yang sudah tua (biasanya wanita) ke dalam hutan dan dibiarkan mati kelaparan.

Beberapa hutan pernah dijadikan tempat untuk melakukan Ubasute, salah satunya adalah hutan Aokigahara. Praktik ini lazim dilakukan warga Jepang di zaman dulu dan dewasa ini telah dilarang oleh pemerintah setempat. Duh.

10. Ada “musim” bunuh diri.

Musim semi bagi sebagian orang mungkin adalah musim yang menyenangkan dan hangat setelah musim dingin yang bikin beku, tapi musim semi di Jepang juga bisa dikatakan sebagai musim bunuh diri.

Ya, menurut data dari pemerintah setempat, musim semi dipilih sebagian besar orang yang ingin mengakhiri hidupnya di dalam hutan Aokigahara yang jatuh pada bulan Maret tiap tahunnya.

11. Kompas yang bergerak aneh di dalam hutan.

Banyak laporan dari orang yang menjelajahi hutan ini bahwa kompas tidak menunjukkan arah sebagaimana mestinya. Ini menimbulkan mitos adanya aktivitas supranatural di dalam hutan Aokigahara.

Hal ini sebenarnya bisa dijelaskan secara lebih logis dan jauh dari kata ativitas makhluk gaib atau sejenisnya. Hal ini dikarenakan adanya kandungan besi tinggi yang disebabkan dari lava di lantai hutan, mengingat hutan Aokigahara berada di bawah Gunung Fuji yang masih aktif. Inilah yang menyebabkan respon magnet, seperti kompas, sering bergerak dalam pola yang tak teratur ketika seseroang berada di dalam hutan Aokigahara.

12. Gantung diri bukan cara popular di sini.

Banyak yang mengira gantung diri adalah cara yang paling banyak di pilih seseorang untuk mengakhiri hidupnya di dalam hutan Aokigahara, faktanya tidak seperti itu. Ada beberapa cara yang pernah ditemukan, seperti tanda-tanda keracunan dan overdosis obat-obatan adalah beberapa cara orang untuk bunuh diri di sana.

13.  Sangat mudah tersesat di dalam hutan.

Karena kerapatan pepohonan di dalam hutan Aokigahara dan dikombinasikan kompas yang tak bekerja sebagaimana mestinya, seseorang yang nekat masuk ke dalam hutan ini berpotensi tersesat sangat tinggi. Dan mungkin saja, karena tersesat itulah seseorang akhirnya memilih mengakhiri hidupnya di dalam sana.

14. Banyak korban bunuh diri tak ditemukan.

Meskipun pejalan kaki dan pekerja hutan akan menemukan beberapa mayat selama perjalanan yang mereka lalui di dalam hutan Aokigahara, faktanya tak seluruh korban bunuh diri bisa ditemukan. Hal ini dikarenakan kepadatan hutan dan navigasi yang sulit yang membuat hampir mustahil menemukan seluruh jenazah di dalam hutan ini.

 15. Menjadi inspirasi para seniman.

Meskipun dilingkupi hal-hal menyeramkan dan horor, justru itulah yang menjadi nilai tambah Aokigahara sebagai sumber inspirasi beberapa seniman dalam membuat karyanya.

Dari Jepang sendiri ada novel horor Nami no Tou (Tower of Waves) karangan Seicho Matsumoto, sedangkan dari industry perfilman hutan ini pernah disinggung dalam film 47 Ronin, The Forest, Sea of Trees, dan beberapa film lainnya.